Sama Seperti Kulit, Bibir Juga Bisa Terbakar Sinar Matahari

Sama Seperti Kulit, Bibir Juga Bisa Terbakar Sinar Matahari

Saat Anda berpanas-panasan di bawah sinar matahari, baik saat berlibur di daerah panas atau harus bekerja di luar ruangan, kulit bisa terbakar sehingga terlihat memerah dan terkadang menimbulkan rasa perih. Itulah mengapa Anda disarankan untuk selalu memakai tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan.

Namun, tahukah Anda kalau ternyata bibir juga bisa terbakar sinar matahari? Menurut dokter kulit Adeline Kikam, DO, FAAD, seperti area tubuh yang terpapar sinar matahari lainnya, jika tidak terlindungi dari radiasi ultraviolet matahari cukup lama, maka bibir juga bisa terbakar matahari.

Satu hal yang mungkin tidak Anda sadari adalah bahwa bibir lebih sensitif daripada bagian tubuh lainnya. “Dibandingkan dengan bagian wajah lainnya, bibir memiliki konsentrasi melanin yang lebih rendah dan lapisan kulit yang lebih sedikit, yang membuatnya lebih rentan terhadap sengatan matahari,” jelas Adeline.

Gejala bibir yang terbakar sinar matahari tingkat satu sebenarnya cukup ringan, meskipun bisa terasa nyeri. Adeline bilang, di tingkat pertama ini, bibir bisa menjadi sangat kering dan pecah-pecah, muncul bintil-bintil kecil yang melepuh, disertai rasa sakit atau sensasi terbakar. Kondisi ini membuat berbicara, tersenyum, atau bahkan makan menjadi tidak nyaman.

Saat gejala mulai lebih meningkat, yang mungkin merupakan tanda luka bakar sudah memasuki tingkat dua, Anda akan mengalami semua gejala di atas, tetapi ditambah dengan dengan pengelupasan, pembengkakan, lecet yang lebih besar, dan rasa sakit yang lebih hebat pada bibir. “Jangan pecahkan lecet bibir karena itu berfungsi sebagai perban alami,” kata Adeline.

Baca Juga:  Perawatan Kulit Berbasis Madu?

Nah, untuk merawat bibir yang terbakar sinar matahari, dokter kulit ini menyarankan untuk melakukan 5 langkah perawatan di bawah ini.

Masuk ke dalam ruangan. “Hal pertama yang Anda ingin lakukan adalah keluar dari sinar matahari dan pindah ke area yang sejuk, lalu batasi paparan sinar matahari hingga bibir sembuh.”

Jaga bibir tetap dingin dan terhidrasi. “Oleskan kompres dingin ke bibir segera setelah terbakar sinar matahari. Sengatan matahari cenderung menyebabkan dehidrasi, jadi pastikan Anda mengisi kembali cairan dan mendinginkan tubuh.”

Minum obat antiradang. “Jika bisa, minum ibuprofen untuk membantu mengatasi rasa sakit dan ketidaknyamanan.”

Oleskan obat topikal. “Anda juga dapat menggunakan steroid topikal ringan seperti krim hidrokortison 1% bebas paraben. Berhati-hatilah untuk tidak menelannya.”

Gunakan produk bibir yang menghidrasi. “Pastikan untuk melembapkan bibir, terutama di malam hari ketika perbaikan kulit terjadi. Saya merekomendasikan produk berbasis petrolatum dengan ceramide untuk mengisi penghalang kelembapan bibir yang rusak, bersama dengan lip balm mengandung shea butter, vitamin E, dan lidah buaya.”